Tips Menanak Nasi dengan Baik dan Sehat dengan Menjaga Vitamin Pada Beras

Tips Memasak NasiNasi adalah makanan pokok untuk orang Indonesia. Indonesia adalah negara terbesar yang mengkonsumsi beras di dunia. Ketergantungan masyarakat Indonesia akan beras sangatlah tinggi. Orang Indonesia biasanya sulit merasa kenyang jika belum makan nasi walaupun sudah mengkonsumsi makanan pokok lainnya seperti roti.

Beras mengandung berbagai zat makanan yang diperlukan oleh tubuh di antaranya adalah : kabohidrat, protein, lemak, dan vitamin. Salah satu vitamin yang banyak terkandung dalam beras adalah vitamin B1. Selain itu terdapat vitamin B2 (Riboflavin), B3 (Niasin), dan B6. Vitamin-vitamin ini memiliki banyak khasiat, di antaranya : berperan dalam sistem saraf dan otot, bermanfaat dalam pembentukan energi pada tubuh, memperbaiki kulit dan saraf, membantu sistem pencernaan, menetralisir racun, metabolisme protein, regenarasi sel darah merah, membantu konstruksi antibodi dan saraf, dan lainnya.
 
Kita mungkin tidak mengetahui tentang pentingnya kandungan gizi dalam beras. Padahal beras adalah makanan sehari-hari yang memberi asupan gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda praktekkan di rumah agar nasi yang dimasak berasa enak dan tetap sehat.

Tips Memilih Beras

Dalam makanan sehari-hari, usahakan jangan sampai kehilangan vitamin B1 pada beras. Vitamin B1 terutama terdapat pada bagian dalam kulit ari beras. Kulit ari ini sering hilang pada proses penggilingan beras maupun pada waktu pencucian ketika hendak dimasak. Bila kulit ari ini hilang berarti vitamin B1 yang terkandung di dalamnya juga hilang. Oleh sebab itu, Anda jangan memilih beras yang terlalu putih karena beras yang sangat putih berarti sudah digiling (diselep) beberapa kali sehingga bagian kulitnya sudah benar-benar terkelupas. Padahal, vitamin pada beras justru banyak terdapat pada kulit beras. Lebih baik memilih beras yang diselep hanya sekali walaupun warnanya tampak tidak terlalu putih.

Beras Pecah Kulit dan Beras Giling
 
Beras Pecah Kulit dan Beras Giling

 

Dalam metabolisme karbohidrat, tanpa adanya vitamin B1 sebagai koenzim tiamin pirofosfat (TPP), pembentukan energi tidak sempurna. Meskipun mengkonsumsi sumber karbohidrat cukup, secara kuantitas makan beras membuat tubuh kenyang, tetapi alat pembongkarnya hingga menghasilkan energi tidak mencukupi. Akibatnya, energi tubuh dalam bentuk ATP (adenosine tri fosfat) menjadi kurang yang malah menyebabkan tubuh menjadi loyo, malas berfikir, mengantuk, dan syaraf tidak bekerja dengan baik.

Sebagian besar nutrisi pada kulit ari telah hilang selama proses penggilingan dan pencucian beras. Sekitar 80% vitamin B1, 70% vitamin B3 , 90% vitamin B6, 50% mangan (Mn), 50% fosfor (P), 60% zat besi (Fe), 100% serat, dan asam lemak esensial hilang dalam proses membuat beras lebih “indah” untuk dimakan. Beras yang baik adalah yang masih memiliki lapisan kulit ari, yang berarti masih memiliki zat gizi lengkap. Beras yang masih memiliki lapisan kulit ari dan lembaga, adalah beras pecah kulit. Beras pecah kulit bisa diperoleh dengan proses penumbukan atau proses penggilingan yang diatur sedemikian rupa (penggilingan dengan derajad giling dan derajad sosoh rendah), agar bagian kulit ari dan bagian lembaga tidak terbuang. Dengan demikian, zat gizi masih cukup tersedia dalam beras.

Gizi
Beras Pecah Kulit
Beras Giling
Satuan
Protein
5.8 – 7.7
2.0 – 2.8
Persentase
Lipida
1.5 – 2.3
0.3 – 0.8
Persentase
Mineral
2.9 – 5.2
0.3 – 0.8
Persentase
Serat
7.2 – 9.4
0.2 – 0.5
Persentase
Kabohidrat
64 – 73
77 – 89
Persentase
Vitamin B1
2.6 – 3.3
0.3 – 1.1
Mikrogr/gr

 
Tips Menanak Nasi

Salah satu tips untuk menjaga kandungan vitamin B1 adalah memasak dengan air panas. Umumnya ketika menanak nasi, kita memasukkan beras ke dalam air dingin. Namun, jika urutannya dibalik, merebus air dulu, lalu kemudian memasukkan beras, ternyata bisa lebih baik menyimpan vitamin B1 dalam beras. Tidak mudah memisahkan air dan beras dengan ricecooker dan ketel tegangan tinggi, karena itu anda bisa menanak nasi dengan air panas. Dalam beras banyak mengandung pati. Butir-butir pati ini tidak larut dalam air dingin, menanak nasi dengan air panas membuat beras dengan cepat berada pada suhu yang agak tinggi, dan ini dapat membantu pemuaian pada pati dan menghancurkannya. Dengan demikian pati itu segera menjadi bubur, sehingga lebih mudah diserap dan dicerna tubuh.

Kesulitan yang sering dihadapi dalam memasak nasi adalah mengukur takaran air. Untuk mengukur jumlah air dalam menanak nasi, kenali jenis beras yang akan ditanak. Beras yang sudah lama, agak kusam, biasanya memerlukan lebih banyak takaran air. Sebaliknya beras baru memerlukan lebih sedikit air. Khusus untuk beras jenis pandan wangi, gunakanlah air lebih sedikit daripada biasanya. Jika beras akan dimasak dengan kukusan, buatlah adonan nasi terlebih dahulu. Masak nasi dengan air secukupnya hingga setengah matang lalu kukus hingga matang. Jika memakai rice cooker, tambahkan air sesuai dengan petunjuk pada panci. Anda bisa memakai cara yang mudah, ukur saja air hingga tinggi air sekitar 2 cm dari permukaan beras.

Selain itu, agar nasi tidak cepat basi, Anda dapat menggunakan daun pandan dan jeruk nipis. Ambillah 3 lembar daun pandan. Siapkan 1/2 butir jeruk nipis, lalu ambil airnya. Campurkan daun pandan dan air jeruk nipis ke dalam panci tempat beras akan dimasak. Masak beras di panci tersebut sampai benar-benar masak

Selamat mencoba!

 
Referensi : Bagaimana Beras Seharusnya

Hasil Pencarian Terkait :

takaran memasak nasi | takaran air memasak nasi | takaran menanak nasi | takaran masak nasi | takaran air dalam memasak nasi | takaran air masak nasi | takaran air untuk masak nasi | takaran air menanak nasi | takaran air untuk memasak nasi | cara memasak beras pandan wangi | 
 
This entry was posted in Tips Catering Sehat, Tips Memasak and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>