Diet untuk Penyakit Stroke

Catering diet Resep Bunda di Bandung kali ini mencoba berbagi tentang penyakit stroke yang semkin menggejala di masyarakat.

Di masa modern seperti saat ini manusia banyak mengandalkan segala sesuatu yang bersifat instant, baik dalam pekerjaan maupun dalam hal mengkonsumsi makanan sehari–hari. Tak jarang memilih makanan tanpa memperhatikan kandungan gizi dalam makanan tersebut. Sehingga sering diantaranya terkena berbagai penyakit degeneratif, diantaranya adalah penyakit hiperkolesterol, penyakit jantung, diabetes mellitus, dan lain – lain.

Ancaman Penyakit Stroke

Kasus stroke meningkat di negara berkembang seperti di Indonesia, dimana kegemukan dan junk food atau konsumsi makanan dengan kandungan gizi yang tidak sesuai dengan tubuh telah mewabah. Menurut Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), terdapat kecenderungan meningkatnya jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Kecenderungannya menyerang generasi muda yang masih produktif. Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga. Tidak dapat dipungkiri bahwa peningkatan jumlah penderita stroke di Indonesia identik dengan wabah kegemukan akibat pola makan kaya lemak atau kolesterol yang melanda di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Stroke

 

Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Penyumbatan pembuluh darah di otak karena adanya gumpalan (thrombosis) adalah penyebab yang paling umum dari suatu stroke. Bagian dari otak yang disuplai oleh pembuluh darah yang tersumbat kemudian dicabut/dirampas darah dan oksigennya. Sebagai akibat dari pencabutan atau perampasan darah dan oksigen tersebut, sel-sel dari bagian otak itu mati. Faktor pencetus terjadinya stroke diantaranya adalah :

Ketika sel-sel otak kehilangan oksigennya, mereka berhenti melakukan tugas-tugas biasa mereka. Gejala-gejala yang mengikuti suatu stroke tergantung pada area otak yang telah dipengaruhi dan jumlah kerusakan jaringan otak. Stroke-stroke kecil mungkin tidak menyebabkan gejala-gejala, namun tetap dapat merusak jaringan otak. Berikut adalah lima tanda utama dari stroke :

  1. Mati rasa atau otot muka dan tangan melemah, terutama pada satu sisi dari tubuh. Sering kesemutan di bagian tubuh, tangan dan kaki.
  2. Kebingungan atau kesulitan berbicara yang mendadak.
  3. Kesulitan melihat yang mendadak pada satu atau kedua mata.
  4. Kesulitan berjalan, sering pening, kehilangan keseimbangan atau koordinasi yang mendadak.
  5. Sakit kepala yang parah yang mendadak dengan penyebab yang tidak diketahui.

Stroke bisa dirawat dengan membiasakan makanan sehat. Berikut adalah cara diet sehat untuk penyakit stroke :

  1. Penggunaan lemak sedikit dibatasi, terutama dari makanan yang mengandung lemak jenuh seperti : lemak sapi, kambing, susu perah, cream, keju, mentega, Kelapa, minyak kelapa/barco, margarin, alpukat, durian.
  2. Sebagian besar lemak yang bisa digunakan berjenis tak jenuh diantaranya adalah minyak yang berasal dari tumbuh – tumbuhan seperti minyak kacang tanah, minyak biji bunga matahari, minyak biji kapas, minyak jagung, minyak kedelai. Sangat dilarang menggunakan minyak jelantah
    Penggunaan bahan makanan yang mengandung banyak kolesterol dibatasi seperti bahan makanan yang berasal dari hewan, yaitu : otak, kuning telur, ginjal, hati, limpa, jantung, jenis kerang (udang, kepiting dsb).
  3. Bila terlalu gemuk jumlah kalori dibatasi, disesuaikan dengan kebutuhan individu.

Katering diet Resep Bunda di Bandung membagikan sedikit tips dan menu untuk memasak makanan untuk penderita stroke. Tips memasak di antaranya adalah :

  1. Bila memasak daging, pilihlah daging yang kurus, lalu keluarkan bagian–bagian yang berlemak.
  2. Memasak sebaiknya dikukus, direbus, dipanggang, diungkep, ditumis, atau dibakar di atas panggangan. Hindari makanan yang digoreng atau dibakar langsung seperti sate karena dapat bersifat karsinogen.
  3. Sebagian dari sayur sebaiknya dimakan mentah atau sebagai lalapan.

Katering diet Resep Bunda juga memberikan contoh menu yang bisa Anda coba di rumah sendiri.

Jam 07.00 : Chicken sandwich, susu skim
Jam 10.00 : Puding Coklat
Jam 12.00 : Nasi, gepuk sapi, pepes tahu, tumis sayuran, jus bola melon
Jam 16.00 : Agar-agar buah selasih
Jam 19.00 : Nasi, putih telur mata ayu, terik tempe, sup sayuran, jus pelangi

Waspadalah terhadap penyakit stroke karena gejalanya datang mendadak. Biasakan hidup sehat agar kita terhindar dari penyakit stroke. Salam sehat!

Hasil Pencarian Terkait :

resep masakan untuk penderita stroke | resep makanan untuk penderita stroke | menu makanan untuk penderita stroke | resep masakan penderita stroke | menu makanan penderita stroke | resep makanan penderita stroke | menu untuk penderita stroke | menu makanan stroke | resep untuk penderita stroke | menu sehat untuk penderita stroke | 
 
This entry was posted in Info Penyakit, Menu Sehat, Tips Sehat and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Diet untuk Penyakit Stroke

  1. Iis Paridah says:

    Terima kasih atas informasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>