Kemasan Makanan yang Sehat dan Aman dari Catering Bandung Resep Bunda

Banyak kemasan yang dipergunakan oleh penyedia makanan saat ini. Akan tetapi, sayangnya, sebagian kemasan itu TIDAK BAIK untuk kesehatan kita. Catering Bandung Resep Bunda akan berbagi tips untuk mengenali kemasan yang berbahaya bagi kesehatan kita sehingga kita dapat lebih selektif untuk menggunakan kemasan yang aman.

Dalam industri makanan, kemasan merupakan faktor yang penting untuk diperhatikan karena dapat berpengaruh terhadap kesehatan. Kemasan berfungsi untuk melindungi makanan dari zat kontaminan yang dapat menurunkan kualitas dari produk makanan. Selain itu pada saat ini kemasan dapat menjadi daya tarik konsumen. Seiring berkembangnya berbagai bahan pengemas makanan, maka kita harus lebih selektif dalam memilah jenis kemasan yang akan digunakan.

Hal penting yang perlu di ingat oleh konsumen bahwa kemasan makanan memiliki berbagai fungsi. Fungsi utamanya adalah untuk kesehatan. Tapi selain itu kemasan makanan berfungsi dalam pengawetan, untuk kemudahan, untuk penyeragaman, dan sebagai media promosi dan informasi. Terdapat banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan (yang bersentuhan langsung dengan makanan). Akan tetapi, ada 3 bahan yang sangat berbahaya bila digunakan sebagai kemasan makanan, yaitu :

  1. Kertas
    Sering kita jumpai para penjual makanan (seperti gorengan) menggunakan kertas koran atau majalah untuk membungkus makanan. Pada kertas tersebut terdeteksi adanya kandungan timbal melebihi batas yang ditentukan. Timbal akan masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke jaringan penting dari tubuh manusia seperti ginjal, hati, otak, saraf dan tulang. Orang dewasa yang mengalami keracunan timbal akan mengalami gejala 3P yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan). Sebaiknya mulai sekarang, kita lebih berhati-hati jika membeli makanan yang menggunakan kertas mengandung tinta sebagai pembungkusnya. Makanan yang panas dan berlemak akan mempermudah berpindahnya timbal tersebut ke makanan.

  2. Styrofoam
    Dewasa ini styrofoam menjadi bahan yang paling popular dalam bisnis makanan. Bahan styrofoam banyak digunakan karena harganya yang cukup murah. Akan tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Meski styrofoam memiliki kemampuan untuk mencegah kebocoran serta dapat mempertahankan bentuk, suhu, dan kesegaran/keutuhan makanan namun residu dalam styrofoam sangat berbahaya. Residu tersebut dapat mengakibatkan gangguan system endokrin dan reproduksi manusia akibat bahan kimia yang bersifat karsinogen yang dapat memicu penyakit kanker.

  3. Plastik tidak tahan panas
    Seringkali kita memesan makanan di warung makan atau di pedagang kaki lima dan membungkusnya untuk dibawa pulang ke rumah dalam kantung plastik. Nah, sebaiknya kita waspada karena kemasan plastik yang tidak tahan panas ketika dituangkan makanan berkuah panas, seperti bakso, soto, atau sayuran sop, maka zat-zat kimia plastik yang berbahaya dapat larut dalam makanan. Dan zat-zat berbahaya ini bersifat karsinogen, atau memicu timbulnya penyakit kanker. Oleh karenanya, jika makanan yang Anda pesan dituangkan dalam kemasan plastik, pastikanlah bahwa plastik yang digunakan adalah jenis plastik yang tahan panas. Plastik yang tahan panas biasanya lebih tebal daripada plastik yang tidak tahan panas.

Untuk dapat berfungsi dengan baik, bahan kemasan produk pangan seharusnya memenuhi kriteria :

  • Tidak beracun
  • Kedap air
  • Kedap udara
  • Anti mikroba
  • Mencegah kebocoran produk
  • Mudah dibuka atau ditutup
  • Mudah dibuang
  • Tidak merusak lingkungan
  • Memenuhi kebutuhan ukuran, bentuk, dan berat
  • Cocok dengan produk pangan yang dikemas

Sebelum membeli makanan atau minuman, masyarakat sebaiknya memilih kemasan plastik yang aman digunakan. Untuk mengetahui bahan plastik yang aman digunakan, lihatlah nomor-nomor yang tertera pada kemasan. Nomor itu biasanya berada di dalam segitiga tanda panah melingkar di bagian bawah kemasan. Setiap nomor menunjukkan bahan yang digunakan.

Label pada Kemasan

 

Berikut beberapa jenis plastik yang cukup aman sebagai kemasan makanan.

  • Nomor 1
    Polyethylene terephtalate (PTE atau PETE), biasa digunakan mengemas air minum, minuman ringan berkarbonasi, jus buah-buahan, minyak goreng, saus,jeli, selai.
  • Nomor 2
    High density polyethylene (HDPE), biasa digunakan untuk mengemas susu, yogurt, dan botol galon air minum
  • Nomor 4
    Low density polyethylene (LDPE), biasa digunakan sebagai plastik kemasan rapat (cling wrap), pengemas roti, makanan beku, dan botol plastik yang dapat ditekan.
  • Nomor 5
    Polypropylene (PP), biasa digunakan untuk mengemas sup, saus tomat, & margarin.

Diantara jenis plastik tsb yg relatif paling aman & telah mengalami uji & evaluasi badan pengawasan obat & makanan Amerika Serikat (FDA) adalah PET (nomor 1). Jadi, bila botol air minum kita bertanda nomor 1, berarti terbuat dari PET & plastik itu aman untuk kemasan makanan atau bersifat food grade. Penggunaan botol plastic PET secara berulang-ulang diperbolehkan dengan syarat botol tersebut dicuci dengan sabun dan dikeringkan terlebih dulu.

Label pada Kemasan

 

Untuk bahan makanan yang diletakkan dalam wadah box plastik, Anda dapat mengetahui keamanan wadahnya dengan memperhatikan simbol sendok garpu yang tertera dalam box plastik tersebut. Jika terdapat simbol tersebut, maka wadah box itu menggunakan plastik yang food grade. Sebaiknya tidak memanaskan makanan dengan wadah plastik dalam microwave, kecuali jika plastik yang berlabel food grade.

Berikut adalah jenis plastik yg penggunaannya tidak diperbolehkan untuk bahan pangan karena mengandung bahan berbahaya yang dapat berpindah ke makanan.

  • Nomor 3
    Polyvinyl chloride (PVC atau disebut vinil). Plastik ini sering dibuat cling wrap. Sering juga dipakai untuk wadah kue kering atau cokelat. Ada juga botol plastik yang dapat ditekan (untuk pengeluaran bahan) terbuat dari PVC.
  • Nomor 6
    Polystyrene (PS), sangat dikenal konsumen dalam bentuk kemasan stereofom seperti yang digunakan untuk mengemas buah & sayuran di toko-toko swalayan.
  • Nomor 7
    Jenis plastik lainnya, terutama polycarbonate. Plastik ini mengandung bisphenol-A yg berbahaya & dapat bermigrasi. Plastik ini tahan suhu tinggi. Ada yang menggunakan sebagai botol susu bayi dan alat-alat makan (sendok, garpu, pisau) plastik.

Sebagai konsumen, Anda hendaknya lebih selektif dalam memilih makanan dalam kemasan karena kesehatan makanan bukan hanya tergantung dari bahan makanan yang digunakan tetapi juga kemasan yang dipergunakan. Jika Anda tidak yakin akan kemasan yang digunakan, Anda dapat memilih wadah yang aman yang Anda bawa dari rumah.

Catering diet Resep Bunda selalu menggunakan bahan kemasan yang aman dalam membungkus makanan. Plastik yang digunakan untuk mengemas makanan adalah plastik yang food grade yang sesuai dengan standar kesehatan. Kesehatan customer adalah prioritas yang utama bagi catering diet Resep Bunda. Salam sehat!

Hasil Pencarian Terkait :

pembungkus makanan yang aman | kemasan katering | kemasan makanan | sterofoam tahan panas yang aman | pengemas yang plastik yang aman untuk pangan | pengemas plastik yang aman untuk pangan | pesan makanan kemasan bandung | plastik bungkus makanan tahan panas | plastik sayur untuk catering | wadah untuk makanan berkuah | 
 

This entry was posted in Info Kesehatan, Info Penyakit, Tips Sehat and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>